Sesi Nasihat day 2| Festival Semarak Qurban & Takbir 1447 H
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahu
Kamis, 28 Mei 2026
Kempa 2, Buperta, Cibubur
Nabi ﷺ bersabda,
“Sebaik-baik hari di muka bumi adalah Yaumunnahr, kemudian Yaumul Qarr yaitu hari ke-11 dari Dzulhijjah).”
Bersyukurlah ketika Allah takdirkan 2 hari itu untuk kebaikan. Allah gunakan kita di hari tersebut untuk syiar, Allah gunakan kita di 2 hari tersebut untuk menjadi bagian dari perhelatan yang sangat tua dari Nabi Ibrahim. Dan ini adalah perhelatan umat manusia sebagaimana yang Allah firmankan bahwa setiap umat itu Allah syariatkan ibadah berqurban.
Oleh karena itu, agungkan Allah, tinggikan Allah, maka bertakbirlah di hari-hari ini.
Tadi malam (kalau waktu Indonesia berarti kemarin malam, malam ke-11 Dzulhijjah), ana berbincang dengan petugas haji dari Indonesia. Ana berbincang dengan mereka jam 1 malam karena kita tahu bahwa petugas haji di jam itu—saat lempar jumrah—harus standby.
Maka jam 1 ketika ana di sana, ana bicara dengan beberapa petugas haji Indonesia. Dan kita tahu petugas haji Indonesia ada laki-laki dan wanita, dan mereka harus standby sampai jam 8 pagi. Dan kita berbincang di tengah-tengah waktu mereka bertugas.
Dan yang terlihat dari wajah mereka, yang saya temui, yaitu raut penuh kebahagiaan, raut kegembiraan, raut muka kesenangan. Mereka tidak menunjukkan muka sebel, kesel, kecewa, atau capek secara mutlak. Padahal mereka standby sampai jam 8 pagi.
Jadi kalau Qurban Plus hanya sampai jam 8 saja, atau jam 9 malam, itu belum spesial. Gimana kalau tahun depan sampai jam 8 pagi?
Dan mereka masih semangat, masih emosional, dan mereka bersyukur ketika Allah pekerjakan mereka di musim ibadah. Dan itulah karakter di hari-hari ini. Itu karakter di Mina di hari ini. Katakanlah hari raya ini adalah hari raya pengorbanan, hari Iduladha, hari raya bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, hari-hari buat dzikir, takbir, dan mengerjakan syiar-syiar Islam.
Di Mina-Jamarat itu orang lempar jumrah ga selesai-selesai, walaupun menjelang subuh.
Atau ketika kita diberikan peluang sebelum haji, buktikan spirit kita, kejujuran kita, energi kita. Ini mahal banget. Yang dibuktikan, jam 1 malam orang masih standby, jam 3 malam orang masih standby.
Dan tujuan kita semua harusnya sama, yaitu meninggikan nama Allah, meninggikan hak Allah, dan menunjukkan kita itu hamba, kita itu adalah makhluk yang mengabdi kepada Allah. Dan hamba itu ga komplain masalah waktu tentang bekerja, tentang keletihan, bahkan kecapean. Letih dan lelah adalah sebuah kehormatan, dan itu bagian dari musim haji 1447 H.
Maka saya ucapkan selamat kepada antum semua. Saya ucapkan apresiasi dan penghormatan untuk antum semua. Dan harus dicamkan bahwa kita beruntung, dan apa yang kita lakukan ga ada apa-apanya. Kita bukan satu-satunya orang yang berjuang, capek, dan lelah di hari-hari ini. Bahkan lelah di jam 8 malam adalah sebuah hal yang wajar, karena di waktu yang sama masih ada orang yang berjuang di jam 12 malam. Ini yang harus kita camkan.
Qurban Plus itu cuma 3 hari, petugas haji itu 2 bulan dan harus berkhidmat. Mereka bilang, “Kita ga bisa doa maksimal di Arafah, dan capeknya luar biasa.”
Lagi-lagi kita renungkan, kalau kita baru 3 hari itu sangat sederhana, dan 3 hari sampai jam 8 malam itu sangat sederhana.
Ana ga mengecilkan antum, tapi bahwa hari-hari ini adalah hari-hari capek.
Dalam rangka fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), di waktu yang sama masih ada yang bekerja di jam 1, jam 2, jam 3, jam 4.
Dan kalau kita ga bisa bergabung dengan keluarga 3 hari, maka ada yang pusah sama keluarga 2 bulan.
Doa untuk keluarga dan anak, air mata ga terbendung dari kelopak mata mereka.
Bersyukurlah kepada Allah dan totalitaslah, dan fastabiqul khairat-lah!
Dan jangan pernah merasa bahwa ini besar. Itu menunjukkan kita kurang tauhid dan kurang piknik. Padahal kalau kita lihat sebentar dan liat keluar, tapi yang tidak ada apa-apanya ini jika ikhlas kepada Allah, maka Allah akan beri ganjaran yang besar.
Tapi secara karakter, kerjaan ini memang capek. Tapi bukan capek yang istimewa yang layak kita banggakan.
Di luar sana, jam 1, jam 2, jam 3, jam 4 sampai jam 8 pagi, ada banyak hamba Allah yang berjuang di atas agama Allah.
Oleh karena itu, selamat atas 2 hari ini. Semoga Allah terima amal ibadah kita. Dan kita masih punya 1 hari lagi yaitu hari esok dan hari esok cukup tricky, karena sudah banyak orang yang masuk kerja, sudah banyak pihak yang harus beraktivitas. Tapi di situlah tantangannya.
Bertaqwalah kepada Allah. Setiap orang beramal dengan lkotaknya” masing-masing. Yang tidak bisa karena kerjaan, kita beri udzur. Tapi berjuang dulu semaksimal mungkin, jangan sedikit-sedikit mencari udzur.
Petugas haji kan profesinya beda-beda. Saya ketemu polisi, tim kesehatan, semua punya keluarga dan aktivitas. Tapi pertanyaannya, “Siapa yang mau berjuang, berusaha, dan tawakal alallah? Kalau kita masih bisa, maka di situ pertolongan-Nya.
Tuntaskan besok dengan sebaik-baiknya. Amal itu tergantung ending, dan besok adalah ending Iduladha 1447 H. Oleh karena itu, siapkah kita menuntaskan Qurban Plus hari esok?
Kita semua capek dan schedule malam ini, kita akan ketemu petugas haji lagi di waktu yang hampir sama.
Dan kita udah komitmen,
Antum berjuang di sana, kita berjuang di sini.
Komentar
Posting Komentar