Tentang Dia yang Kamu Kagumi, Namun Menikahi Orang Lain
Bismillah...
Aku tahu rasanya.
Dunia seolah berhenti berputar sejenak saat mendengar kabar itu.
Ada rasa sesak yang sulit dijelaskan, antara ingin ikut bahagia tapi hati kecilmu merasa kehilangan.
Wajar jika hari ini matamu sedikit sembab atau hatimu terasa hampa.
Jangan menyalahkan dirimu karena pernah berharap, karena kagum adalah fitrah yang manusiawi.
Tapi, bolehkah aku membisikkan sesuatu padamu?
1. Kamu tidak kehilangan "jodohmu"
Satu hal yang perlu kita yakini: Apa yang menjadi milikmu tidak akan pernah melewatkanmu, dan apa yang melewatkanmu memang tidak pernah ditakdirkan untukmu. Jika dia menikah dengan orang lain, itu adalah bukti paling nyata dari Allah bahwa dia bukan orang yang akan membimbingmu ke Surga. Sesederhana itu, meski menerimanya butuh waktu.
2. Allah sedang menjagamu dari sesuatu yang tidak kamu ketahui
Kita seringkali mencintai "bayangan" seseorang, bukan sosok aslinya. Kita mengagumi kebaikannya dari jauh, tapi Allah melihat apa yang tidak kita lihat. Allah tahu masa depanmu, dan Dia tahu bahwa jika kamu bersamanya, mungkin ada ujian yang tidak sanggup kamu pikul. Allah mematahkah hatimu hari ini, untuk menyelamatkan masa depanmu nanti.
3. Doamu tidak sia-sia
Mungkin kamu bertanya, "Lalu apa arti semua doa-doa yang selama ini aku kirimkan?"
Tidak ada doa yang terbuang. Doa itu tetap milikmu. Jika tidak dikabulkan dalam bentuk "dia", maka Allah akan menggantinya dengan kekuatan untuk ikhlas, pahala yang berlipat, atau sosok lain yang jauh lebih memahami bahasamu. Allah hanya sedang menukar keinginanmu dengan ketetapan-Nya yang jauh lebih indah.
4. Lepaskan dengan elegan
Jangan biarkan dirimu berlama-lama dalam kesedihan yang melelahkan. Mengagumi seseorang yang sudah menjadi milik orang lain secara sah hanya akan membuat hatimu sakit tanpa ujung. Fokuslah kembali pada dirimu. Perbaiki hubunganmu dengan Sang Pemilik Hati. Karena saat kamu mengejar Cinta-Nya,
Dia sendiri yang akan menghadirkan seseorang yang mencintaimu karena-Nya.
Peluk erat dirimu hari ini.
Kamu berharga, dan ceritamu tidak berhenti di sini.
Hanya karena satu pintu tertutup, bukan berarti seluruh perjalananmu berakhir.
Semoga Allah mengganti setiap tetes air matamu dengan ketenangan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Sabar ya, hatimu akan pulih, dan kamu akan bahagia lagi dengan cara-Nya yang tak terduga."
Komentar
Posting Komentar